in

Rahasia Sukses Think Web Bersama Anantya Van Bronckhorst

Menjadi sedikit wanita yang berkicimpung bidang digital menjadi sebuah tantangan besar bagi Anantya Van Bronckhorst.

Berbekal pengalaman yang sangat matang plus ditunjang pribadi aktif dan kreatif, wanita yang akrab disapa Anan tersebut sudah sangat faham manis pahit mendirikan perusahaan digital mulai dari akar rumput. Dan kini sejak pertama membangun Think.Web pada tahun 2006, ia sudah dapat memetik hasil manis buah usahanya.

Saat ini, Think.Web merupakan salah satu agensi digital cukup ternama di Tanah Air – selain Semut Api Colony yang tergabung dalam Grup Jarum. Pada 2011, Think.Web mengklaim mampu membukukan pendapatan lebih dari US$ 1 juta. “Think.Web bukan sekadar mengembangkanweb, tapi memberikan solusi komunikasi dan pemasaran digital bagi perusahaan,” ujar Anantya, co-founderdanco-CEOThink.Web.

Think.Web dibentuk pada 2006. Awalnya, Anantya dan Ramya sama-sama bekerja di DBB Vertigo – perusahaan agensi periklanan dan rumah produksi. “Ketika itu, kami diberi target bisa menghasilkan Rp 400 juta dalam setahun. Ternyata bisa,” ujar wanita kelahiran 23 November 1979, yang akrab disapa Anan ini dengan bangga.

Seiring pesatnya perkembangan Internet, mereka pun diberi kewenangan mengembangkan divisi Web. Sayangnya, divisi itu kurang mendapat perhatian penuh dari pemilik perusahaan, karena lebih fokus ke unit event dan acara televisi. “Kami pikir, bisnis ini tidak akan berkembang jika hanya di bawah suatu divisi. Kalau pun berkembang, tidak akan sepesat yang diharapkan jika kurang diperhatikan,” ujar alumni Jurusan Komunikasi FISIP Universitas Indonesia ini.

Akhirnya, mereka memutuskan untuk mengembangkan bisnis agensi digital sendiri dengan nama Think.Web. Namun persoalannya, mereka tidak punya dana untuk merealisasi ide tersebut. Lalu, mereka menawarkan proposal bisnisnya ke salah seorang pemilik Vertigo. Ternyata, mantan bosnya mau mendanai, dengan kesepakatan ia akan menjadi salah satu pemilik Think.Web. Oleh karena itu, awalnya (2006) Think.Web berada di bawah payung DBB Vertigo (ISBG Indonesia). Namun pada April 2007, Think.Web sudah terpisah di bawah bendera PT Thinksmart Ide Brajendra. Kini, shareholder Think.Web berjumlah 6 orang.

Menurut Anan, awalnya Think Web sepertiweb developerkarena di dalamnya hanya terdapat desainer, programmer, penulis konten, tenaga penjual, danstrategist. Akan teteapi, lantaran perkembangan dunia Internet dan mobile yang dipicu oleh media sosial, usahanya dimekarkan. Pada 2008, fase awalbooming-nyamedia sosial, Think.Web juga membangun divisi media sosial. Dan saat ini, Think.Web telah memiliki beberapa divisi: Analitis, Penjualan, Strategist, Media Sosial, Produksi (aplikasi,website,games), Manajemen Proyek, dan Promosi.

Diklaim Anan, dibanding perusahaan sejenis lainnya, salah satu kekuatan Think.Web adalah memiliki tool analitis – di dalamnya termasuk reporting dan listening tool untuk laporan ke klien. Bahkan, diklaimnya, Think.Web perusahaan pertama di Indonesia yang merupakanGoogle Analytics Certified Partner. “Kami bisa melakukan pengukuran atas dinamika proses produksi yang terjadi,” ujar Anan. Contohnya, ketika melakukan placement konten untuk promosi, kami menggunakan analytic tool untuk mengetahui hasil placement itu. Dengan begitu, ketika membuat perencanaan tiga bulanan untuk promosi ke klien, kami dapat memberikan saran kepada klien mengenai hasil analisi splacement promosi sebelumnya,” ia menambahkan.

Tampaknya kemampuan seperti itu yang membuat Think.Web mendapat banyak rekomendasi (efek word of mouth marketing). Bahkan, ada sebuah perusahaan yang memiliki beberapa produk, menyerahkan semua komunikasi digital atas beberapa mereknya kepada Think.Web. Anan mengklaim, tak jarang pula terjadi reorder untuk tiap kegiatan yang berbeda, seperti yang dilakukan Sampoerna untuk mempromosikan berbagai digitalevent A Mild.

Alhasil, bisnis Think.Web terus tumbuh. Diklaim Anan, sejak 2007 hingga 2010, rata-rata peningkatan pertumbuhan pendapatan tahunan Think.Web 70%. Bahkan, pada 2010-2011, pertumbuhannya mencapai 120% dengan nilai omset melebihi US$ 1 juta.

sumber gambar : swa.co.id

One Comment

Leave a Reply

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *