in

Seberapa Kuatkah Nilai Passpor Kita di Mata Dunia?

Mungkin diantara teman-teman banyak yang bertanya-tanya, seberapa kuatkan passpor Indonesia kita dimata dunia?…

Jawabannya cukup tidak membanggakan buat kita, hanya memiliki 28 daftar negara yang bisa dikunjungi dengan bebas visa dan 33 daftar negara dengan visa on arrival membuat Indonesia menempati urutan ke 132  dalam hal kekuatan passpor berdasarkan ranking dari passportindex.org.

Di kawasan Asia Tenggara sendiri hanya ada empat negara yaitu Kamboja, Vietnam, Laos, dan Myanmar yang memiliki kekuatan paspor lebih lemah dari kita. Bahkan kekuatan paspor kita lebih lemah dari negara baru bekas bagian negara kita, Timor Leste. Bagaimana jika bandingkan dengan negara serumpun kita Malaysia? Jawabannya Malaysia memiliki peringkat jauh diatas kita yaitu menempati urutan 20 pemegang paspor terkuat di dunia, Bagaimana dengan Singapura? Jangan ditanya, negara kecil tersebut menempati uratan kedua di dunia hanya kalah bersaing dengan jerman, menjadikan Singapura negara paling tersohor di kawasan Asia.

Lalu, bagaimana ranking kekuatan paspor itu sendiri ditentukan?

“Penentu yang paling utama adalah jumlah negara yang bisa dimasuki pemegang paspor bebas visa. Faktor lainnya adalah jumlah negara yang menawarkan layanan visa on arrival dan ranking dalam human development index UNDP.” – berdasarakan data passportindex.org.

Ada beberapa pertimbangan yang diambil suatu negara sebelum memberikan layanan bebas visa pada warga negara lain, seperti saya kutip dari VICE Indonesia. Salah satu yang paling menentukan adalah hubungan diplomatis kedua negara. Faktor lainnya adalah kemungkinan warga negara asing tinggal melebihi izin visa mereka. Dalam hal ini, jumlah warga negara Indonesia yang besar—250 juta orang dan terus bertambah—membuat banyak negara berpikir ulang memberikan fasilitas bebas visa pada Indonesia.

“Masalah Indonesia adalah populasinya yang besar. “Setiap negara yang memberikan fasilitas bebas visa pada Indonesia beresiko tinggi diserbu oleh penduduk Indonesia. Masalah lainnya adalah aktivitas terorisme yang berkembang di Indonesia. Belum lagi, kemungkinan penduduk Indonesia tinggal melebihi izin visa mereka dianggap tinggi oleh negara-negara maju.”

Ini adalah masalah pelik yang dihadapi Indonesia. Sudah barang tentu, Indonesia bisa meningkatkan hubungan bilateral dengan negara lain, atau sampai menawarkan akses bebas visa pada warga negara lain. Kebijakan semacam ini bisa memajukan perekonomian Indonesia, tapi hampir tak ada faedahnya dalam memperluas kebebasan warga negara Indonesia bepergian ke luar negeri.

 

Apakah Warna Passpor Menentukan Kekuatan Paspor?

Seperti di rilis pada situs passportindex.org, pada dasarnya warna passpor hanya memiliki 4 warna dasar yaitu Merah, Biru, Hijau dan Hitam. Dan warna passport tidak mempengaruhi kekuatan dari passpor yang diterbitkan oleh setiap negara. Berikut ini penjelasan dan beberapa warna passpor yang digunakan beberapa negara.

Merah

Merah adalah warna yang paling lazim digunakan. Warna ini biasanya dipilih negara-negara yang memiliki sejarah atau menganut sistem komunis. Warga Slovenia, Serbia, Latvia, Romania, China, Rusia, Polandia dan Georgia memiliki paspor warna merah.

Selain itu, warna ini juga dipakai negara anggota Uni Eropa, kecuali Kroasia.

Negara-negara yang tertarik bergabung dengan Uni Eropa, termasuk Turki, Macedonia dan Albania juga mengganti warna paspor menjadi merah beberapa tahun silam.

Negara lain yang memilih merah adalah Bolivia, Kolombia, Ekuador dan Peru.

Biru

Biru adalah warna kedua yang paling banyak digunakan untuk paspor. Biru menyimbolkan “dunia baru” dan warna ini dipakai 15 negara Karibia. Negara-negara di Amerika Selatan, seperti Brasil, Argentina dan Paraguay juga menggunakan paspor biru, sampulnya menyimbolkan hubungan dengan Mercosur, organisasi negara-negara Amerika Selatan.

Salah satu paspor biru yang terkenal adalah milik warga AS, tapi mereka baru menggantinya jadi biru pada 1976.

Inggris juga sempat memakai warna biru untuk paspornya, namun warna biru tua itu diganti dengan warna merah anggur pada 1988,

Hijau

Sebagian besar negara muslim menggunakan paspor warna hijau, misalnya Indonesia, Maroko, Saudi Arabia dan Pakistan. Ini karena hijau dianggap sebagai warna favorit Rasullullah Muhammad S.A.W.

Warna hijau juga dianggap sebagai simbol alam dan kehidupan. Sebagian negara Afrika Barat, termasuk Nigeria, Niger dan Segal juga punya warna paspor hijau, tapi warna itu dipilih karena mereka termasuk dalam bagian Economic Community of West African States.

Hitam

Ini adalah warna paspor yang paling jarang. Sebagian negara Afrika, seperti Botswana, Zambia, Burundi, Gabon, Angola, Chad, Kongo dan Malawi memiliki paspor hitam.

Warga negara Selandia Baru juga punya paspor hitam karena itu adalah warna nasional negara tersebut, seperti dilansir The Sun.

 

Lalu, Apa yang bisa kita Lakukan sebagai warga Negara Indonesia?

Sayangnya, kita tidak bisa memilih negara tempat kita dilahirkan. Tapi, dalam dunia yang makin mengglobal, kita bisa memilih di mana kita bisa tinggal dan bekerja. Tipe paspor yang kita pegang akan menentukan kesempatan berharga atau halangan pelik dalam hidup kita. Tak semua paspor dibuat setara.

Hal paling sederhana yang bisa kita lakukan adalah berusaha untuk tidak pernah tinggal di negara orang melebihi izin tinggal yang diberikan. Rendahnya jumlah WNI yang tinggal dinegara lain melebihi  izin visa juga bisa membantu negara lain mempertimbangkan memberikan akses bebas visa kepada Indonesia.

Dan tentu kita perlu dukungan kebijakan dari pemerintah, kebijakan pemerintahan yang baik. dan menambah tingkat kemakmuran warga Indonesia karena semakin makmurnya Indonesia, warga negara Indonesia makin punya banyak akses ke negara lain.

Tanpa usaha-usaha dan dukungan dari pemerintah, dunia bagi sebagian besar penduduk Indonesia barangkali hanya seluas daun kelor.