in

Sedekah Rombongan Ala Saptuari Sugiharto

moslem millionaire

Saptuari Sugiharto (lahir di Yogyakarta, 8 September 1979) adalah seorang pengusaha Yogyakarta. Saptuari Sugiharto adalah pemilik Kedai Digital usaha percetakan yang memiliki lebih dari 60 cabang di lebih dari 36 kota. Saptuari Sugiharto adalah alummnus Fakultas Geografi UGM dan menikah dengan Sitaresmi Dewi Hapsari.

Sebelum mendirikan Kedai Digital, Saptuari Sugiharto berpindah kerja di sembilan pekerjaan yang berbeda-beda. Sejak masih duduk di bangku kuliah tahun 1998 hingga 2004, Saptuari telah mengalami berbagai macam profesi, mulai dari penjaga tas di Koperasi Mahasiswa UGM, penjual ayam kampung, penjual batik dan celana gunung, penjual stiker, marketing radio, salesman di sebuah perusahaan operator telepon selular, hingga bekerja kantoran di sebuah perusahaan jasa teknologi informasi (IT). Enam tahun berpindah-pindah pekerjaan semakin menyadarkan Saptuari bahwa dirinya bukan tipe pekerja kantoran yang nyaman bekerja di balik meja. Saptuari akhirnya mendirikan Kedai Digital. Yaitu agar orang biasa bisa membuat pernik pernik pribadi bergambar dirinya atau keluarganya seperti koleksi para artis.

Saptuari mendirikan Kedai Digital berawal dari sebuah bilik kecil berdinding triplek berukuran 2 meter kali 7 meter di Jalan Cenderawasih, Demangan Baru, Yogyakarta. Kios sederhana itu ia sewa dari uang gadai rumah dan sepeda motor milik orang tuanya sebesar Rp. 20 juta. Dibantu tiga karyawan yaitu dua petugas front office dan satu desainer, Saptuari membuka usaha merchandise dengan konsep pribadi, mulai dari muk, jam, pin, hingga kartu nama. Semboyan yang ia ambil pun sangat personal “bikin muk satoe sadja”.

Meski demikian, kekhususan inilah yang akhirnya justru menjadi keunggulan bisnis ini. Setelah dua tahun tumbuh dengan susah payah, pada tahun 2006 bisnis Kedai Digital nyaris gulung tikar. Gempa Bumi Yogyakarta 2006 dahsyat yang melanda Yogyakarta hampir mematahkan semangat Saptuari karena aset bisnisnya berupa komputer dan mesin scanner rusak parah tertimpa reruntuhan bangunan. Namun akhirnya, pernak-pernik Kedai Digital semakin berkembang terutama di kalangan generasi muda. Melihat prospek yang mulai cerah, ide variasi produk pun berkembang. Produk-produk baru seperti poster keramik, payung digital, mouse pad, gantungan kunci, sampai bantal-bantal lucu. Bahkan, selain produk merchandise, Saptuari kini juga membuka dua bisnis baru, yaitu bisnis kaus berdesain kocak dan nakal, Jogist (Jogja Istimewa) dan Kedai Digital Bordir.

Setelah tujuh tahun berjuang, keringat kerja keras Saptuari akhirnya membuahkan hasil. Bisnis Kedai Digitalnya kini telah berkembang di 36 kota dengan 60 cabang dan 10 cabang di antaranya 100 persen milik Saptuari pribadi. Jumlah karyawannya yang semula hanya tiga orang kini menjadi 110 orang. Dengan konsep peluang bisnis berbasis kemitraan, Saptuari menularkan kisah kesuksesannya di berbagai kota seperti Aceh, Medan, Semarang, Surabaya, Denpasar, Balikpapan, hingga Jayapura. Dalam bisnisnya, Saptuari tidak menerapkan sistem waralaba murni dan tetap melibatkan para mitra dalam mengelola bisnis. Saptuari mulai membuka sistem kemitraan dalam bisnisnya sejak pertengahan tahun 2007. Dari seluruh cabang Kedai Digital yang tumbuh selama ini, hanya tiga cabang yang tutup.

 

Penghargaan

Pemenang Wirausaha Muda Mandiri (2007)
Pemenang Indonesia Small Medium Bisnis Entrepreneur Award  (2008)
Most Promising Asia Pasific Entrepreneur Award (2009)
Pemenang Young Entrepreneur Indonesia Franchise Award (2010)

 

Saptuari dan Sedekah Rombongan

Sedekah Rombongan (SR)? Apa itu? jika dilihat dari namanya saja “Sedekah Rombongan”, ya tempatnya orang bersedekah beramai-ramai. Tempatnya sedekah bersama untuk membantu para dhuafa diluar sana yang kekurangan dari segi jasmani maupun rohani.

Ingat Sedekah Rombongan pasti ingat Kedai Digital Saptuari Sugiharto. Saptuari Sugiharto adalah social entrepreneur dari Jogja penggagas Sedekah Rombongan. Tanpa banyak bicara di berbagai media dan tanpa banyak iklan, SR sudah banyak membantu masyarakat yang kurang mampu di luar sana. Selagi pemerintah lamban bergerak untuk menolong warga karena alasan ini itu, SR sudah berada di garis terdepan. Mulai dari pengobatan penyakit keras hingga operasi. Semua dana yang digunakan untuk membantu murni dari kas SR. Belum lama berdiri, kas SR pun sudah sampai milyaran rupiah. Alhamdulilah, ini membuktikan bahwa masyarakat Indonesia masih sangat peduli dengan sesama.

SR juga memiliki banyak Motor Tempur Sedekah Rombongan (MTSR) berupa mobil dan sepeda motor. SR juga ada di beberapa kota besar maupun kota pelosok. MTSR merupakan sumbangan dari para dermawan diluar sana yang ingin membantu sesama. Jika anda merasa mampu, bolehlah utuk menyumbangkan mobil atau sepeda motor anda di SR. Jangan takut rugi, di SR tidak ada bagi hasil, laba rugi, yang ada hanya satu : membantu sesama dan mencari “muka” di mata Tuhan.

Kamu bisa follow @SRbergerak twitter resmi dari SR atau ke www.sedekahrombongan.com. Disana anda dapat menemukan sisi lain dunia. Masih banyak saudara kita yang sangat membutuhkan uluran tangan kita. Ikutilah twit SR, anda akan merasa sangat sedih jika melihat foto dan kisah2 yang disampaikan SR. Bacalah kisah-kisahnya dan mustahil jika hati anda tidak tersentuh. Disini, ada sisi lain yang dapat kita temukan, ternyata masih banyak orang-orang yang mau bersedekah dan membantu sesama. Selagi di luar sana, para orang kaya sibuk dengan korupsi dan harta bendanya.

Cobalah untuk bersedekah sekali saja, dan pastinya anda akan ketagihan. Entah apa yang terjadi, menurut saya, sedekah itu nagih. Ya, sedekah itu mengobati hati kita, membersihkan harta kita dan yang terpenting membantu sesama yang sangat membutuhkan. Ada perasaan lega,bangga, senang setelah bersedekah. Sedekah adalah tabungan kita di akhirat kelak. Jangan dihitung berapa banyak harta yang kamu sedekahkan, tapi nikmatilah, sisihkan hartamu sedikit saja, ayo pasti kita semua bisa. Lihatlah ke bawah, masih banyak orang di luar sana yang nasibnya tidak lebih baik dari kita. Mari bergerak dengan hati untuk membantu sesama, bersama semangat saptuari melalui Sedekah Rombongan.

4 Comments

Leave a Reply
  1. Sungguh amat menggugah-hati apa yg dilakukan oleh Sedekah Rombongan..semoga bisa ‘mengikuti’ langkah2 mulianya aamiin..yra..

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *