in

Belajar Sukses dari Jodi Waroeng Steak & Shake

waroeng-steak

Menjadi seorang pengusaha sukses, tentunya menjadi impian besar bagi semua orang. Namun sayangnya tidak banyak orang yang bisa berhasil meraih impian tersebut, mengingat untuk mencapai sebuah kesuksesan dibutuhkan kerja keras dan tekad yang kuat guna menghadapi semua rintangan dan hambatan yang sering muncul di tengah perjalanan menuju sukses. Hal inilah yang memotivasi sepasang suami istri, Jody Brontosuseno dan Siti Hariyani dalam mengembangkan usaha.

“Setiap orang yang sukses itu dimulai dari impian yang kuat dan sungguh-sungguh” –Jody Broto Suseno. Jody pemilik warung makan yang cukup terkenal di Jogja -bahkan mungkin di luar Jogja- yang bernama Waroeng Steak & Shake ini, berbagi pengalamannya meraih sukses menjadi Bos dari 1300 karyawan dan ratusan outlet Waroeng steak and shake

jodiPria yang sekarang sudah memiliki empat orang anak ini bercerita, terkadang sesorang itu lupa dengan impiannya. Tidak jarang pula kita lupa dengan apa yang kita impikan. Oleh karena itu, impian yang kita miliki itu harus tertanam kuat, tidak boleh pergi ke mana-mana. Niat yang dimiliki pun juga harus kuat, karena impian itu sama dengan niat. Begitu pula jika memiliki impian untuk menjadi seorang pengusaha sukses.

Butuh kerja keras memang, untuk mewujudkannya. Karena menjadi seorang pengusaha sukses dan memiliki karyawan hingga ribuan serta cabang di seluruh kota-kota besar, tidak mungkin dapat diraih tanpa perjuangan keras dan keyakinan pada sang Pencipta bahwa Dia akan memeluk mimpi-mimpi kita. Namun, semuanya itu belum tentu dapat terwujud, kalau kita tidak melakukan 1 langkah kecil. Karena tentunya langkah besar selalu diawali dengan langkah kecil.

Nah, hal ini yang juga dirasakan oleh H. Jody. Bermodalkan penjualan motor satu-satunya yang ia miliki, ia mencoba membuka usaha. Dengan modal yang benar-benar seadanya, ia bersama istrinya pertama kali melakukan usaha jual beli koran, kemudian menjual parsel, beralih menjadi penjual susu segar, roti BBQ Bebakaran, kemudian beralih lagi menjadi penjual kaos partai, Obonk Steak, dan yang terakhir hingga saat ini Waroeng Steak & Shake. Modal 8 juta rupiah yang digunakan olehnya, pada tahun 2000 lalu berhasil membuatnya membuka usaha Waroeng Steak & Shake dengan dua karyawan. Meski hanya dengan dua karyawan, dirinya dan istrinya, yang mengelola Waroeng Steak & Shake tersebut. Namun kegigihan, kekuatan impian dan kekuatan do’a tetap membuktikan bahwa Waroeng Steak & Shake (WS) ini mampu berkembang pesat hingga saat ini, tepatnya tahun 2013 ini. Saat ini pula, pemilik WS ini sudah memiliki 1300 karyawan yang mengolola usaha kulinernya tersebut.

Dari usaha kuliner yang H. Jody jalani ini, ada yang menarik dari sistem atau aturan yang ditetapkan pada karyawannya. Setiap hari, absensi yang menunggu para karyawan untuk diisi adalah absensi shalat Dhuha. Selain itu, H. Jody juga menyediakan form khusus untuk hafalan satu juz ayat-ayat al-Quran atau surah-surah pilihan. Kalau ada karyawan yang sudah hafal satu juz, saya beri hadiah Umroh, ujarnya. Pemilik usaha kuliner yang telah meraih sertifikat Halal dari Majelis Ulama Indonesia (MUI) ini juga menerapkan aturan lain yang diberi nama Spiritual Company. Spiritual Company yang ia bangun diantaranya berhenti merokok, membaca Al-Quran satu hari satu juz, shalat dhuha, menunaikan shalat wajib di awal waktu, dan pengajian bagi para karyawan Waroeng Steak & Shake”.

Inilah salah satu yang membedakan usaha kuliner H. Jody dengan kebanyakan usaha kuliner lainnya di Tanah Air, khususnya di Yogyakarta. Hal itu juga yang menjadi rahasia sukses pengusaha muda ini. Walau pun untuk memulai usaha umumnya tidak bisa terlepas dari empat hal yaitu produk yang unik, price (modal), promosi, dan tempat. Namun, bagi seorang pengusaha Muslim juga tidak bisa tidak memegang etika bisnis yang Rasulullah SAW contohkan pada kita, yakni Sidiq (jujur), Amanah (bisa dipercaya), Tabligh (menyampaikan firman Allah), dan Fathonah (cerdas). “Dan yang paling penting juga adalah jangan pernah melupakan Allah tegas H. Jody.

Sekarang, bisnis Jody semakin berkembang di berbagai daerah di Jawa, Bali, dan Sumatera. Dan kini berkembang ke berbagai lini, seperti Bebaqaran untuk ikan bakar, Bebek Goreng H. Slamet, dan Festival Kuliner (Feskul). Jodi juga bekerjasa sama dengan Ustad Yusuf Mansur mendirikan rumah tahfidz diberbagai penjuru Indonesia dan terakir beliau menanamkan modal untuk pembangunan Tahfidz TV.

2 Comments

Leave a Reply
  1. Ada yang tau alamat pak Jodi di mana? Saya terinspirasi sama kisahnya. Saya ingin bertemu dengan beliau langsung di tempat tinggalnya. Mohon hubungi saya di ID line @ijalmrbw
    Makasih

One Ping

  1. Pingback:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *